Friday, 27 November 2015

Cara membuat patung Dengan Photoshop



1. Untuk mempermudah pengeditan gunakan pas photo yang latarnya 1 warna, agar proses pemotongan lebih mudah. 
Ubahlah warna dari photo dengan menekan Image > Adjustment > desaturate atau CTRL + SHIFT + U untuk menjadikan Hitam putih.
Dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool, seleksilah pada bagian mata 
Tekan Ctrl+Alt+D naikan 2 px.
Masih pada bagian mata, pilih Gradient Tool gunakan warna hitam dan putih
 Arahkan gradien dari bawah ke atas

2. Dengan menggunakan tool seleksi (anda bisa menggunakan magic wand tool atau polygonal lasso tool) delete atau hapus latar photo tersebut.

3. Tambahkan Texture
Simpan di atas layer photo. 
Ubah kembali texture dengan menekan  Image > Adjustment > desaturate atau CTRL + SHIFT + U untuk menjadikan Hitam putih

4. Tekan Ctrl dan Pilih layer 0/photo
Sekarang pindah ke Layer 1/Texture tambahkan/tekan Add Vector Mask, maka akan muncul masking berbentuk seperti pada layer 0
Ubah mode layer menjadi Difference.
Tabahkan efek warna dengan Layer-New Adjusments Layer-Hue/Satration
Kembali tambahkan efek warna  Layer-New Adjusments Layer-Levels

5. Jika sudah lanjut dengan memilih layer 1. tambahkan efek burn dengan Burn Tool, berilah gosokan burn pada setiap area yang menurut anda harus di hitamkan.

6. Tahapan awal sudah kita selesaikan, sekarang tekan CTRL+SHIFT+ALT+E maka akan terbentuk layer baru dengan bentuk dan warna yang sama dengan layer sebelumnya bedanya dalam satu layer.
Buat file baru dengan ukuran bebas dengan latar hitam
Tarik file yang sudah di gabung tadi (Hasil dari CTRL+SHIFT+ALT+E)
Dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool hapus lah bagian bahu.

7. Pilih layer 0/latar hitam, dengan bantuan brush tool buatlah pola dengan warna abu-abu.
Sekarang kita buat pola bayangan dengan Retangle Tool
Buat seakan ngeblur dengan Filter-Blur-Gaussian Blur.
Read More ->>

Cara Membuat Icon



Pertama Silahkan anda siapkan ide kreasi photo apa yang di inginkan atau gambar apa yang akan menjadi icon anda, yang nantinya akan di ubah menjadi file yg berekstensi ico, setelah anda mempunyai ide kreasi gambar apa yg akan di jadikan icon kemudian tinggal edit saja memakai Adobe photoshop,bisa juga ditambahkan nama unik sesuai selera kita sendiri. Jika sudah siap dengan gambar tersebut bisa kita edit menjadi icon tanpa background dengan menghilangkan background nya,
Berikut langkahnya menghilangkan background image nya.


  • ü  Open/Load gambar yang sudah anda buatkan tadi, kemudian pada pilihan menu klik layer, dan pilih duplikat layer Ok.

  • ü  setelah itu hilangkan tanda lock pada bagian layer backgroand lalu pilih juga Tool dengan memakai Magic Wand Tool.

  • ü  Pilih di seluruh bagian backgroand gambar tersebut dan klik delete, silahkan hapus semua background yg perlu anda hapus.

  • ü  Setelah sempurna backgroand gambar terhapus semuanya,sekarang tinggal anda save as dan simpan dengan format file PNG biar gambar tetap tanpa background, dan klik OK.

  • ü  Sampai tahapan ini kita sudah mempunyai gambar yang siap dirubah menjadi format file ico. Ok lah Sobat, Selanjutnya kita akan merubahnya/convert menjadi file format ico melalui web/online,makanya komputer kita harus terkoneksi dengan internet lalu buka link menuju langsung ke web berikut, silahkan masuk ke ico.bradleygill.com

  • ü  Kemudian tinggal kita klik browser saja ntuk upload file gambar hasil editan kita tadi, tunggu proses upload skaligus langsung proses convert ke file ico. 

  • ü  Setelah proses selesai akan muncul hasil gambar file ico yang sudah jadi dan siap untuk kita jadikan icon di aplikasi delphi kita, tinggal klik saja untuk unduh atau downlod hasilnya tadi, untuk cara mengganti icon di delphi silahkan bisa lihat disini cara-mengganti-icon-aplikasi-delphi.

  • ü  Beres sudah prosesnya sob, kita tinggal edit di delphi dengan tampilan icon aplikasi punya kita sendiri, baik itu nama kita sendiri atau nama grup yang dijadikan icon privasi alat yang akan kita buat.
Read More ->>

Thursday, 26 November 2015

Pengertian dan Jenis Alur Cerita



ü  Pengertian dan Jenis Alur Cerita
Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita
ü  Tahapan alur atau plot terbagi menjadi lima bagian yaitu :
  • Tahap penyituasian (situation)
  • Tahap pemunculan konflik (Generating Circumstances)
  • Tahap Peningkatan konflik (rising action)
  • Tahap Klimaks
  • Tahap Penyelesaian (denoument)
ü  Jenis-jenis alur
1.      Alur maju, yaitu alur atau jalan cerita yang disusun berdasarkan urutan waktu (naratif) dan urutan peristiwa (kronologis).
2.      Alur mundur, yaitu alur atau jalan cerita yang mengembalikan cerita ke masa atau waktu sebelumnya.
3.      Alur campuran (flashback), yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Cerita bergerak dari bagian tengah, menuju ke awal, dilanjutkan ke akhir cerita
4.      Alur erat, yaitu Hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lainnya organic sekali. Tidak ada satu peristiwa pun yang dapat dihilangkan.
5.      Alur longgar, yaitu hubungan antara peristiwa tidak sepadu sehingga ada kemungkinan untuk menghilangkan salah satu peristiwa, tanpa merusak keutuhan cerita.
6.      Alur tunggal, yaitu alur yang Hanya menceritakan satu episode kehidupan.
7.      Alur ganda, yaitu Menceritakn lebih dari satu kehidupan.
8.      Alur menanjak, yaitu Jalan cerita terus menaik, tanpa turun, tanpa ada peleraian sampai puncak penyelesaian cerita.                      
ü  Perbedaan Alur atau Plot
v  Perbedaan plot berdasarkan kriteria urutan waktu
Urutan waktu yang dimaksudkan adalah waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi yang bersangkutan. Berdasarkan urutan waktu, plot dapat dibedakan dalam dua kategori yaitu kronologis dan tak kronologis. Yang pertama disebut sebagai plot lurus, maju atau dapat dinamakan progresif, sedang yang kedua adalah sorot balik, mundur, flasback, atau juga disebut sebagai regresi. Plot pada cerpen dikatakan progresif jika pristiwa-pristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis, pristiwa yang pertama diikuti oleh pristiwa-pristiwa yang kemudian. Selanjutnya sebuah novel dikatakan regresi jika urutan kejadian tidak bersifat kronologis. Cerita tidak dimulai dari tahap awal, melainkan mungkin dari tahap tengah atau bahkan tahap akhri, baru kemudian tahap awal cerita dikisahkan.
v  Perbedaan plot berdasarkan kriteria jumlah, plot sub-subplot.
Karya fiksi yaitu cerpen yang berplot tunggal biasanya hanya mengembangkan sebuah cerita dengan menampilkan seorang tokoh utama protogonis yang sebagai hero. Sedangkan plot sub-subplot sebuah karya fiksi dapat saja memiliki lebih dari satu alur cerita yang dikisahkan atau terdapat lebih dari seorang tokoh yang dikisahkan perjalanan hidup, permasalahan, dan konflik yang dihadapinya. Sublot, sesuai dengan penamannya, hanya merupakan bagian dari plot utama.

v  Perbedaan plot berdasarkan kriteria kepadatan
Plot berdasarkan kriteria kepadatan, dibedakan menjadi dua bagian, yaitu plot padat atau atau rapat dan plot longgar dan renggang.
Sebuah cerpen yang berplot padat, ceritanya padat dan cepat sehingga kurang menampilkan adegan-adegan penyituasian yang berkepanjangan. Sedangkan plot longgar dalam sebuah cerpen, pergantian peristiwa demi peristiwa penting berlangsung lambat disamping hubungan antar peristiwa tersebut pun tidaklah erat benar. Artinya, antara peristiwa penting satu dengan yang lain disertai oleh berbagai peristiwa tambahan yang kesemuanya itu dapat memperlambat ketegangan cerita.

v  Perbedaan plot berdasarkan kriteria isi
Berdasarkan kriteria isi, dibedakan menjadi tiga golongan besar, yaitu plot peruntungan, plot tokohan, plot pemikiran. Plot peruntungan berhubungan dengan cerita yang mengungkapkan nasib, peruntungan, yang menimpa tokoh yang menjadi fokus ceirta yang bersangkutan, plot peruntungan dibedakan menjadi enam bagian, yaitu plot gerak, plot sedih, plot tragis, plot penghukuman, plot sentimental, dan plot kekaguman. Selanjutnya, plot penokohan.

Menyaran pada adanya sifat pementingan tokoh-tokoh yang menjadi fokus perhatian. Plot pembentukan, plot pengujian dan plot kemunduran. Sedangkan plot pemikiran mengungkapkan sesuatu yang menjadi bahan pemikiran keinginan, perasaan, berbagai macam obsesi, dan lain-lain. Hal yang menjadi masalah hidup dan kehidupan manusia. Friedman dalam Nurgiyantoro (2007: 163) membedakan plot-plot pemikiran ke dalam empat bagian, yaitu plot pendidikan, plot pembukaan rahasia, plot ajektif, dan plot kekecewaan.
Read More ->>
Powered by Blogger.
Flag Counter
ARUL TRIK IS THE BEST